Bioma Hutan Hujan Tropis


Hutan hujan tropis adalah bioma yang paling rumit di bumi dari segi struktur dan keragaman spesiesnya. Hutan hujan tropis memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi.
Hutan hujan tropis adalah hutan dengan pohon-pohon yang menjulang. Pohon-pohon ini memiliki kanopi, yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pepohonan.


Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan Tropis


Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan Tropis

Lingkungan hutan hujan tropis menyediakan kondisi pertumbuhan yang optimal berupa curah hujan melimpah dan kehangatan sepanjang tahun. Pada hutan hujan tropis matahari bersinar sangat kuat dan dengan kuantitas waktu yang sama setiap hari sepanjang tahun, menjadikan iklim hangat dan stabil. Hutan hujan tropis bercirikan suhu rata-rata 25 c dan curah hujan rata-rata 2.000 – 4.000 mm per tahun.

Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan memiliki begitu banyak tanaman dan hewan. Lebih dari 50% tanaman dan hewan di bumi hidup di sini. Hal tersebut dikarenakan besarnya jumlah energi yang tersimpan di hutan ini. Melimpahnya sinar matahari diubah menjadi energi oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Energi ini tersimpan pada tumbuhan kemudian dikonsumsi oleh hewan. Selain itu, hutan hujan tropis berstruktur kanopi, memungkinkan tersedianya banyak tempat bagi tanaman untuk tumbuh dan tempat hidup bagi hewan. Kanopi menyediakan sumber-sumber makanan baru, perlindungan, dan tempat bersembunyi. Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai farmasi terbesar di dunia karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.

Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis secara sederhana adalah hutan hujan di daerah tropis. Hutan ini dapat dijumpai di sekitar ekuator dari 23,5 LU hingga 23,5 LS yaitu daerah antara Cancer Tropis dan Capricorn Tropis. Hutan ini dapat ditemukan di Asia (Indonesia), Australia, Afrika (Kongo), Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan (Bolivia, Venezuela, Kolombia, Brazil, Suriname, Peru), Papua Nugini, pulau-pulau di samudera Pasifik, kepulauan Karibia, dan pulau-pulau Samudera Hindia.





Distribusi Hutan Hujan Tropis
Distribusi Hutan Hujan Tropis


Hutan hujan tropis memiliki empat lapisan utama. Masing-masing lapisan merupakan tempat hidup tanaman dan hewan yang berbeda yang telah beradaptasi untuk hidup di wilayah tersebut. Lapisan ini telah diidentifikasi sebagai tajuk kanopi (emergent), kanopi atas (upper canopy), bawah kanopi (understory), dan lantai hutan (forest floor).
Tajuk Kanopi (emergent) berada di ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah, tajuk ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Tajuk pohon hutan hujan tropis rapat oleh cabang dan daun. Hal ini menyebabkan sinar matahari tidak dapat menembus hingga ke lantai hutan. Di tajuk ini juga dijumpai tumbuh-tumbuhan yang memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan-dahan pohon semisal rotan, anggrek, dan jenis paku-pakuan. Elang, kupu-kupu, kelelawar dan monyet tertentu mendiami lapisan ini.
Kanopi atas (upper canopy), memiliki ketinggian antara 24–36 m memungkinkan cahaya mudah diperoleh di bagian atas lapisan ini, tetapi mengurangi cahaya ke bagian bawah. Sebagian besar hewan hutan hujan hidup di kanopi atas. Burung, serangga, kelelawar dan primata tertentu mendiami lapisan ini. Di bagian ini tersedia begitu banyak makanan (buah dan dedaunan) menyebabkan beberapa hewan tidak pernah turun ke lantai hutan. Kanopi, berdasarkan penelitian, adalah rumah bagi 50 persen dari semua spesies tanaman.
Bawah kanopi (understory) adalah terletak antara kanopi dan lantai hutan, terdiri dari pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan. Bawah kanopi merupakan rumah bagi sejumlah besar serangga, burung, ular dan kadal, serta predator seperti jaguar, boa dan macan tutul.
Lantai hutan (forest floor) biasanya benar-benar terhalang dari cahaya. Jenis-jenis tumbuhan yang hidup adalah yang toleran terhadap naungan. Di lantai hutan tumbuh jenis liana yang melilit dan mengait cabang untuk mencapai tajuk kanopi. Jenis kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka kapang, jamur, dan organisme pengurai (decomposer: rayap, cacing tanah) hidup dan berkembang. Dedaunan, buah-buahan, ranting, dan bahkan batang kayu yang rebah, segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Panas dan kelembaban membantu untuk memecah organisme yang mati. Bahan organik hasil penguraian kemudian dengan cepat diserap oleh akar pohon.

Hutan Hujan Tropis
Hutan Hujan Tropis



Flora
Udara di bawah kanopi hampir selalu lembab. Pohon-pohon mengeluarkan air melalui pori-pori daun (stomata). Proses penguapan ini disebut transpirasi. penguapan ini menyebabkan setengah dari curah hujan di hutan hujan.
Tanaman hutan hujan melakukan banyak adaptasi terhadap lingkungan. Dengan curah hujan yang tinggi, tanaman beradaptasi untuk meloloskan air dari daun mereka dengan cepat sehingga cabang tanaman tidak terbebani. Banyak tanaman memiliki ujung tetes dan alur daun, dan beberapa daun memiliki lapisan berminyak untuk menumpahkan air. Daun-daun yang lebar digunakan untuk menyerap sinar matahari sebanyak mungkin. Beberapa pohon memiliki tangkai daun yang berubah seiring dengan pergerakan matahari sehingga mereka selalu menyerap cahaya dalam jumlah maksimum. Daun di atas kanopi berciri hijau gelap, kecil dan kasar untuk mengurangi kehilangan air di bawah sinar matahari yang kuat. Beberapa pohon menumbuhkan daun yang lebar pada tingkat yang lebih rendah dan menumbuhkan daun kecil di kanopi atas. Tanaman lain tumbuh di atas kanopi untuk mendapatkan sinar matahari. Tanaman tersebut adalah epifit seperti anggrek dan bromeliad.
Lebih dari 2.500 spesies tanaman merambat tumbuh di hutan hujan. Liana tumbuh dari semak kecil yang tumbuh di lantai hutan, ia menumbuhkan sulur untuk menggapai pohon dan mencapai sinar matahari di atas kanopi. Tanaman merambat tumbuh dari satu pohon ke pohon lain dan membentuk 40% dari daun kanopi. Rotan anggur memiliki duri di bagian bawah daunnya yang menunjuk ke belakang sebagai pegangan anakan pohon.
Tidak ada spesies dominan di hutan hujan tropis. Pohon dari spesies yang sama sangat jarang ditemukan tumbuh berdekatan. Keragaman hayati dan pemisahan spesies mencegah kontaminasi massal dan kematian dari penyakit atau karena pertumbuhan serangga. Keanekaragaman hayati juga menjamin bahwa akan ada cukup serbuk sari untuk mengurus kebutuhan setiap spesies. Hewan tergantung pada bunga-buah tanaman sebagai pasokan makanan sepanjang tahun.

Fauna
Kehidupan fauna sangat beragam. Hewan-hewan penghuni hutan hujan tropis berupa mamalia, burung, reptil, amfibi, dan serangga. Karakteristik hewan ini adalah memiliki warna-warna cerah dengan pola yang tajam, bersuara keras, dan ketergantungan pada buah-buahan.
Hewan-hewan yang hidup di hutan hujan tropis diantaranya adalah Kupu-kupu, Kumbang, Kupu-kupu Sayap Bening, Capung, Kupu-kupu Burung Hantu, Ulat Kaki Seribu, Belalang Sembah, Lutung Gading, Monyet, Gorilla, Lemur, Kera, Orangutan, Macan, Ocelot, Kerbau, Babi Rusa, Kelelawar, Kapibara, Rakun, Gajah, Pemakan Semut Raksasa, Berang-Berang Sungai, Tapir Malaya, Badak, Tapir, Babi Hutan, Beo Abu-Abu Afrika, Enggang, Nuri Hitam, Kasuari Gelambir Ganda, Kasuari Leher Emas, Bangau Bluwok, Motmot, Merpati Nicobar, Beo, Merak, Nuri Pelangi, Nuri Merah, Enggang Badak, Scarlet Ibis, Scarlet Macaw, Swainson's Toucan, Toucan, Kakaktua Kuning, Kadal, Anole, Bunglon, Iguana Fiji, Tokek Mata Hijau, Iguana, Bunglon Daun, Leaf-Tailed Gecko, Biawak Rawa, Biawak Air, Ular, Boa Constrictor, Piton Pohon Hijau, Buaya, Caiman/Alligator, Katak, Blue Poison Dart Frog, Giant Monkey Frog, Green Poison Dart Frog, Katak Emas Panama, Katak Tomat, Ikan Angelfish, Neon Tetras, Discus, lele, Danios, Gurame, ikan adu.


Fauna Hutan Hujan Tropis
Fauna Hutan Hujan Tropis 


Deforestasi
Wilayah hutan hujan makin berkurang karena dibuka, ditebangi, dan dimusnahkan. Tanaman dan hewan yang hidup di hutan-hutan ini, harus mencari tempat tinggal baru atau menghadapi kepunahan.
Manusia adalah penyebab utama hilangnya hutan. Manusia menebangi hutan hujan untuk mengambil kayu untuk bangunan, bahan dasar kertas dan kayu untuk membuat api. Manusia membuka hutan sebagai lahan pertanian. Hutan juga dibuka sebagai tempat untuk tinggal. Selain itu hutan dibuka dengan alasan pembangunan.

Deforestasi
Deforestasi
Deforestasi
Deforestasi

Manfaat Hutan Hujan
Hutan hujan sangat penting bagi ekosistem global. Hutan hujan menyediakan rumah bagi banyak tumbuhan dan hewan termasuk diantaranya spesies yang terancam punah. Saat hutan ditebangi, banyak spesies yang harus menghadapi kepunahan.
Hutan hujan membantu menstabilkan iklim dunia dengan cara menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Hutan hujan juga mempengaruhi kondisi cuaca lokal dengan membuat hujan dan mengatur suhu. Hutan hujan membantu menjaga peredaran air. Jika hutan hujan ditebangi, uap air yang masuk ke atmosfer akan semakin berkurang, dan hujan yang diturunkan pun turut berkurang, hal ini bisa menyebabkan kekeringan.
Akar-akar dari pepohonan dan vegetasi hutan hujan membantu menahan tanah. Saat pepohonan ditebangi, tak akan ada lagi penahan apapun yang melindungi permukaan tanah dan tanah pun akan cepat terbawa hanyut oleh air hujan. Hal ini menyebabkan banjir dan erosi.
Hutan adalah sumber makanan dan obat. Hutan juga sumber kehidupan suku asli.

Perbaikan
Hutan hujan saat ini semakin menyusut.  Setiap orang harus bekerja bersama dalam rangka menjaga hutan hujan dan kehidupan alam liarnya. Sehingga hutan hujan dapat bertahan agar anak-anak kita dapat menghargai dan menikmatinya.

Berikut ini langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan hutan hujan.
  • Memberitahu orang lain mengenai pentingnya lingkungan dan bagaimana cara membantu menyelamatkan hutan hujan.
  • Memperbaiki ekosistem dengan menanam pepohonan di wilayah dimana hutan telah ditebang.
  • Menganjurkan orang lain untuk hidup dengan cara yang tidak merusak lingkungan.
  • Mengalokasikan tempat perlindungan hutan hujan dan alam liarnya.
  • Mendukung perusahaan-perusahaan yang mematuhi peraturan yang meminimalkan kerusakan terhadap lingkungan.

Hal-hal yang dapat kita lakukan di rumah untuk mengurangi kerusakan lingkungan.
  • Matikan lampu saat tidak dibutuhkan. Saat bola lampu perlu diganti, gantilah dengan lampu hemat energi
  • Jangan boros air
  • Daur ulang
  • Kendarai mobil hemat bensin dan matikan AC yang tidak perlu.
Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan hutan hujan:
  • Jangan membeli produk yang dibuat dari kulit hewan.
  • Jangan membeli hewan peliharaan langka yang ditangkap dari hutan.
  • Beli kertas daur ulang.
  • Jangan membeli produk kayu dari Indonesia, Malaysia, Brazil, atau Afrika kecuali kita tahu kayu-kayu tersebut berasal dari suplier ramah lingkungan. Cara mudah untuk mengetahui apakah kayu tersebut aman bagi hutan hujan adalah bila memiliki label sertifikasi. Sebagai contoh label sertifikasi adalah "FSC-certified" yang berarti kayu tersebut berasal dari hutan yang diatur secara berkepanjangan.
  • Belajar lebih banyak mengenai hutan hujan serta tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya.
  • Ceritakan pada teman dan orang tua tentang pentingnya hutan hujan.
Video berikut ini menceritakan kehidupan di hutan hujan tropis, jangan lupa keraskan speakernya, selamat menonton.



Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Rainforest
http://www.blueplanetbiomes.org/rainforest.htm
http://indonesia.mongabay.com/rainforests
http://www.youtube.com

1 komentar:

  1. Good blog :) sayang banget ya hutan kita pada di tebang.. huhu.. T.T

    BalasHapus

Tinggalkan pesan untuk permintaan pencarian topik.